TA DIGITAL
Forecasting Volume Penjualan Sakatonik Liver Th 2010 Pada PT Sumber Sehat Semarang (dengan Metode Dekomposisi)
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan metode dekomposisi untuk forecasting volume penjualan Sakatonik Liver 100ml dan 330ml tahun 2010, besar penyimpangan antara realisasi dengan hasil forecast metode dekomposisi model aditif, multiplikatif maupun metode kualitatif yang digunakan perusahaan dan memilih metode yang paling tepat diantara metode yang telah diuji berdasar hasil penyimpangan. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan studi pustaka pada PT Sumber Sehat Semarang. Data yang diambil adalah laporan volume penjualan Sakatonik Liver 100ml dan Sakatonik Liver 330ml, sejak kuartal I tahun 2005 sampai dengan kuartal IV tahun 2009. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Setelah itu dilakukan analisis data dengan menggunakan metode dekomposisi untuk forecasting volume penjualan Sakatonik Liver 100ml dan 330ml. Dari perhitungan diperoleh forecasting model multiplikatif kuartalan untuk Sakatonik Liver 100ml pada tahun 2010 KW I sampai dengan KW IV berturut- turut sebesar 22.652 botol, 34.881 botol, 22.579 botol, 15.552 botol. forecasting model multiplikatif kuartalan untuk Sakatonik Liver 330 ml pada tahun 2010 KW I sampai dengan KW IV berturut-turut sebesar 81.333 botol, 94.728 botol, 100.297 botol, 145.546 botol Kesimpulan dari hasil penelitian ini, metode dekomposisi dari data volume penjualan Sakatonik Liver 100ml maupun 330ml yang digunakan adalah trend, musiman, siklis dan irreguler. Dari perhitungan “APE” maka diperoleh penyimpangan peramalan untuk Sakatonik Liver 100ml sebesar 31,36% dan Sakatonik Liver 330ml sebesar 77,35%. Hasil penyimpangan dengan metode dekomposisi model multiplikatif untuk sakatonik liver 100ml masih dalam batas wajar tetapi untuk hasil penyimpangan Sakatonik liver 330ml sangat besar sehingga metode dekomposisi tidak cocok untuk peramalan sakatonik liver 330ml. Ternyata metode perusahaan memiliki error yang lebih kecil dibanding hasil metode dekomposisi. Dalam penelitian ini terbukti bahwa PT Sumber Sehat Semarang dalam perencanaan penjualannya lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode dekomposisi.
Tidak tersedia versi lain