TA DIGITAL
Rancang Bangun Sistem Pendeteksi Kebocoran Gas LPG di Dapur Rumah Tangga Menggunakan Sensor Gas MQ-6 dan Sensor Suhu SHT31 -D Melalui Telegram Sebagai Media Informasi = Designing an LPG Gas Leak Detection System in Household Kitchens Using MQ-6 Gas Sensors and SHT 31-D Temperature Sensors Through Telegram as a Media of Information
Kebocoran gas Liquefied Petroleum Gas (LPG ) di dapur rumah tangga berpotensi
memicu ledakan dan kebakaran yang berbahaya dan merugikan bagi penghuni.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), LPG merupakan salah satu penyebab
utama kebakaran rumah tangga di Indonesia pada tahun 2021–2023. Untuk
mengatasi masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun
sistem pendeteksi kebocoran gas LPG berbasis Internet Of Things (IoT)yang dapat
memberikan peringatan dini secara real-time. Sistem ini menggunakan sensor gas
MQ-6 untuk mendeteksi konsentrasi gas serta sensor suhu SHT 31-D untuk
memantau suhu lingkungan. ESP32 digunakan sebagai mikrokontroler utama untuk
mengaktifkan sirene, kipas DC sebagai exhaust fan, dan pilot lamp sebagai
indikator visual saat terdeteksi kebocoran gas atau suhu tinggi yang berpotensi
menimbulkan kebakaran. Selain itu, sistem dilengkapi dengan fitur notifikasi
melalui Telegram agar pengguna dapat menerima peringatan tanpa harus berada di
lokasi kejadian. Agar tetap berfungsi saat listrik padam, sistem ini didukung oleh
sumber daya cadangan berupa baterai atau Uninterruptible Power Supply (UPS).
Pengujian dilakukan dengan berbagai tingkat konsentrasi gas dan suhu untuk
memastikan respons sistem terhadap kondisi berbahaya. Hasil pengujian
menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi kebocoran gas dengan akurasi
tinggi, memberikan respons cepat dalam mengaktifkan alarm, kipas, dan lampu
indikator, serta mengirimkan notifikasi kepada pengguna, sehingga meningkatkan
keamanan rumah tangga.
Kata kunci: LPG, sensor MQ-6, sensor SHT31-D, ESP32, Telegram.
Tidak tersedia versi lain