SKRIPSI DIGITAL
Analisis Prioritas Perawatan Dan Pemeliharaan Bangunan Pltu Tanjung Jati B Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus: Desalinasi Building PLTU Tanjung Jati B Unit 3 & 4 Jepara) = Analysis of Maintenance and Repair Priorities for Tanjung Jati B Coal-Fired Power Plant Buildings Using the Analytical Hierarchy Process (AHP) Method (Case Study: Desalination Building of Tanjung Jati B CFPP Units 3 & 4, Jepara)
Abstrak
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan salah satu teknologi pembangkitan listrik tertua di Indonesia dan berperan penting dalam penyediaan energi listrik nasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi prioritas perawatan dan pemeliharaan di PLTU Tanjung Jati B, dengan fokus pada Gedung Desalinasi Unit 3 & 4. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan prioritas secara sistematis. PLTU Tanjung Jati B berkapasitas total 4 × 710 MW, menyuplai sekitar 9–10% kebutuhan listrik di Jawa dan Bali. Lokasinya di pesisir Jepara menyebabkan struktur bangunan rentan terhadap korosi akibat paparan angin laut. Gedung Desalinasi yang dibangun tahun 2010 seluas 2.143,8 m² telah mengalami kerusakan korosi yang belum tertangani sepenuhnya. Analisis mempertimbangkan lima kriteria: keselamatan, korosi, fungsionalitas, frekuensi kerusakan, dan waktu perbaikan. Hasil menunjukkan prioritas tertinggi adalah struktur baja (0,372), diikuti talang (0,193), gording (0,177), atap metal (0,131), dan insulasi panas (0,126). Temuan ini menyediakan kerangka pengambilan keputusan untuk perbaikan gedung yang efektif dan menjadi dasar strategis bagi operasi serta pemeliharaan PLTU.
Kata kunci: Prioritas perbaikan gedung, Analytical Hierarchy Process (AHP), PLTU.
Tidak tersedia versi lain