SKRIPSI DIGITAL
Efektivitas Sampel Minimum Pullout Soil Nailing Pada Kondisi Tanah Lempung = Effectiveness Of Minimum Sample Pullout Soil Nailing In Clay Soil Conditions
Ketidakstabilan lereng pada tanah lempung sering menjadi masalah geoteknik karena dapat menurunkan daya dukung tanah dan merusak bangunan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan memperoleh nilai kestabilan lereng pada area gedung serta menentukan jumlah minimum sampel uji tarik soil nailing di lapangan yang dapat mewakili keseluruhan titik. Metode yang digunakan adalah perkuatan soil nailing, yaitu memasukkan batang baja (nail) ke dalam lereng atau dinding tanah kemudian diperkuat dengan grouting untuk meningkatkan kekakuan. Evaluasi kinerja soil nailing dilakukan melalui uji tarik (pull-out test), namun karena membutuhkan biaya dan waktu serta berpotensi mengganggu tanah sekitar, pengujian dilakukan dengan sistem sampling. Analisis kestabilan lereng menunjukkan bahwa penerapan soil nailing mampu meningkatkan safety factor dari 1,27 menjadi 1,76 pada BH-1 dan dari 1,00 menjadi 1,74 pada BH-2, sehingga memenuhi standar SNI 8460:2017 (SF ≥ 1,5). Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sampel uji tarik yang selama ini ditetapkan sebesar 5% dapat dikurangi menjadi 2% tanpa mengurangi keandalan evaluasi. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan soil nailing efektif meningkatkan kestabilan lereng, sementara penerapan jumlah sampel minimum sebesar 2% dinilai mampu memberikan efisiensi biaya dan waktu tanpa mengurangi aspek keselamatan konstruksi.
Kata kunci: kestabilan lereng, tanah lempung, soil nailing, pull-out test, safety factor, sampel minimum.
Tidak tersedia versi lain