SKRIPSI DIGITAL
Analisis Stabilitas Lereng Tanah pada Jalan Aira V Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang = Analysis of Soil Slope Stability on Aira V Road, Ngaliyan District, Semarang City
Meningkatnya pembukaan lahan pemukiman di daerah perbukitan yang kurang
memperhatikan masalah kestabilan lereng akan berpotensi terjadi longsor yang
disebabkan oleh faktor internal seperti muka air tanah dan kemiringan lereng serta
faktor eksternal yaitu infiltrasi air hujan, aktivitas manusia dll. Lokasi penelitian berada
di Jalan Aira V kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, berdasarkan peta kelerengan,
Komplek Perumahan Permata Puri Aira terletak pada kemiringan lereng sebesar 15 –
25 % dikategorikan sebagai wilayah agak curam. Jenis tanah didominasi lempung
kelanauan kepasiran (Sandy and Silty Clay) sesuai dengan data bor log. Pada awal
tahun 2024 salah satu jalan di Komplek Perumahan Aira mengalami penurunan
permukaan jalan sebesar 10 – 15 cm kemudian terjadi longsor, meskipun sudah
ditangani beberapa kali masih tetap longsor hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan
untuk memperoleh nilai faktor keamanan (safety factor) kondisi setelah longsor dan
back analysis ketika terjadi keruntuhan serta mengetahui penyebab longsor di Jalan
Aira V. Data penelitian dikumpulkan melalui survei lapangan, pengukuran, pengujian
tanah (Sondir dan Standard Penetration Test/SPT), serta data laboratorium dari
Politeknik Negeri Semarang. Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan menggunakan
metode kesetimbangan batas (Limit Equilibrium Method) menggunakan program
Geostudio/SLOPE/W dan metode elemen hingga (Finite Element Method)
menggunakan program Plaxis 2D. Hasil analisis diperoleh nilai Safety Factor kondisi
setelah longsor tanpa muka air tanah dengan metode SLOPE/W 0,91, Plaxis 2D 1,206,
Fellenius 0,728, dan Bishop 1,125. Untuk kondisi setelah longsor dengan muka air
tanah 2 m dengan metode Geostudio/SLOPE/W 0,73, Plaxis 2D 1,079, Fellenius 0,846,
dan Bishop 0,98. Bentuk bidang longsor yang teridentifikasi adalah circular (melingkar)
dengan kedalaman 0,7 m. Dapat disimpulkan bahwa nilai SF keseluruhan < 1,07 yang
artinya kondisi lereng labil dan longsor terjadi biasa/sering. Hasil Back Analysis
menggunakan nilai korelasi parameter tanah dengan hasil N-SPT dianalisis
menggunakan program GeoStudio Slope/W diperoleh nilai SF 1,220 pada saat kondisi
tanpa muka air tanah dan saat muka air di permukaan atau asumsi saat terjadi hujan
nilai SF menurun menjadi 1,030.
Kata kunci : Stabilitas Lereng, FEM, LEM, Fellenius, Bishop, Longsor, Back Analysis.
Tidak tersedia versi lain