TA DIGITAL
Pembuatan Pendingin Untuk Meningkatkan Kinerja PLTS Terapung Berbasis Internet Of Things = Creating a Cooler to Improve the Performance of Internet of Things-Based Floating Solar Power Plants
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung berkapasitas 20 kWp yang berlokasi di Desa Kesongo mengalami permasalahan berupa peningkatan suhu berlebih pada panel surya, yang berdampak terhadap penurunan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi sistem dengan menerapkan metode pendinginan pasif menggunakan aliran air dari reservoir dengan variasi ketinggian. Studi dilakukan dengan membandingkan kinerja panel surya tanpa pendingin, dengan pendingin pada ketinggian reservoir 1,3 dan 1,5 m.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa suhu panel surya tanpa pendingin mencapai 328,21 K, sementara pada ketinggian 1,3 m dan 1,5 m masing-masing tercatat sebesar 326,33 K dan 311,21 K. Penurunan suhu sebesar 1,88 K (0,57%) terjadi antara sistem pendingin dengan ketinggian 1,3 m dan 1,5 m, sedangkan penurunan sebesar 17 K (5,17%) tercatat antara panel tanpa pendingin dan dengan pendingin pada ketinggian 1,5 m. Efisiensi sistem mengalami peningkatan dari 14,18% (tanpa pendingin) menjadi 16,78% (1,3 m) dan 17,31% (1,5 m), dengan peningkatan efisiensi tertinggi sebesar 3,13% pada ketinggian reservoir 1,5 m.
Metode ini dapat menjadi solusi sederhana dan efisien untuk optimalisasi kinerja sistem energi terbarukan di wilayah dengan potensi panas berlebih
Tidak tersedia versi lain