TA DIGITAL
Rancang Bangun Mesin Pendingin Kapasitas 1/6 PK untuk Mengetahui Coefficient of Performance (COP) dengan Sistem Monitoring Berbasis Arduino = Designing a 1/6 HP Refrigeration Machine to Determine the Coefficient of Performance (COP) with an Arduino-Based Monitoring System
Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan membangun mesin pendingin dengan kapasitas ⅙ PK serta mengetahui nilai Coefficient of Performance (COP) melalui sistem monitoring berbasis Arduino. Sistem ini terdiri dari komponen utama seperti kompresor, kondensor, pipa kapiler, evaporator, serta sensor suhu dan tekanan yang terintegrasi dengan Arduino untuk memperoleh data secara real-time. Proses akuisisi data didukung oleh tampilan digital, sehingga memudahkan dalam pemantauan dan pencatatan kinerja mesin pendingin. Hasil pengujian menunjukkan sistem monitoring mampu mencatat parameter suhu dan tekanan dengan akurat, sehingga perhitungan COP dapat dilakukan secara langsung dan efisien. Dengan adanya sistem pemantauan otomatis ini, proses analisis kinerja mesin pendingin menjadi lebih efektif, akurat, dan dapat dijadikan dasar untuk pengembangan sistem pendingin berkapasitas kecil di masa mendatang. Pengujian dilakukan menggunakan metode percobaan pada mesin pendingin dengan kapasitas kompresor 1/6 PK yang dilengkapi dengan variasi kecepatam fan pada evaporator dan dilakukan pengujian saat siang dan malam untuk perbandingan. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa pengujian saat malam hari memiliki hasil suhu ruangan yang lebih rendah yaitu 17,94°C pada variasi fan 3 dengan kecepatan angin fan evaporator 2,8 m/s. Dari pengujian tersebut yang menghasilkan nilai Coefficient of Performance (COP) yang paling baik yaitu bernilai 7,018 adalah pengujian fan 1 dengan kecepatan angin fan evaporator 1 m/s yang dilakukan saat malam hari pukul 20.40 WIB. Sedangkan nilai Coefficient of Performance (COP) paling buruk bernilai 5,078 dan 5,178 namun nilai tersebut masi masuk kedalam batas COP yang bernilai 4.23 hingga 5.94 untuk mesin pendingin kapasitas ⅙ PK dengan refrigeran R-134a. Nilai COP yang paling buruk tersebut merupakan hasil pengujian dari variasi fan 3 dengan kecepatan angin paling tinggi yaitu hanya 2,8 m/s dan pengujian dilakukan saat malam dan siang hari. Hasil pengujian siang hari tentu akan memiliki nilai COP yang kurang baik karena suhu lingkungan yang lebih tinggi dan menjadikan beban pendinginan lebih besar, sehingga memaksa mesin pendingin untuk bekerja lebih keras
Tidak tersedia versi lain