TA DIGITAL
Rancang Bangun Mesin Pengaduk dan Pencetak Broket Arang Batok Kelapa Dengan Pemotong Otomatis Menggunakan Electropneumatic dan Proximity Sensor = Design and Construction of a Coconut Shell Charcoal Broquette Mixing and Printing Machine with an Automatic Cutter Using Electropneumatic and Proximity Sensors
Briket tempurung kelapa merupakan salah satu jenis bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan karena memiliki nilai kalor tinggi dan kadar residu abu yang rendah. Pemanfaatan limbah tempurung kelapa sebagai bahan baku pembuatan briket dinilai efisien serta berpotensi meningkatkan nilai ekonomi. Untuk menunjang proses produksi briket, diperlukan mesin yang dapat membantu mempercepat dan mempermudah proses kerja. Namun, mesin-mesin yang ada saat ini umumnya masih menggunakan sistem manual dalam pengadukan, pencetakan, dan pemotongan briket. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun mesin produksi briket tempurung kelapa yang terintegrasi, yaitu dengan menggabungkan proses pengadukan, pencetakan, dan pemotongan dalam satu unit mesin otomatis. Mesin ini menggunakan motor listrik 1,5 HP sebagai penggerak utama. Proses pengadukan dilakukan oleh pengaduk horizontal bersirip untuk memastikan homogenitas bahan. Selanjutnya, proses pencetakan memanfaatkan sistem screw conveyor untuk menyalurkan bahan menuju cetakan. Proses pemotongan briket dilakukan secara otomatis menggunakan aktuator solenoid yang dikendalikan oleh sensor proximity, sehingga ukuran briket menjadi lebih seragam.Metode penelitian yang digunakan meliputi tahapan perancangan dan eksperimen. Perancangan mesin dibuat menggunakan perangkat lunak SolidWorks, sedangkan pengujian dilakukan berdasarkan beberapa proses permesinan dan variasi komposisi bahan. Pengujian melibatkan empat jenis komposisi bahan dengan variasi kandungan tempurung kelapa dan air, serta dilakukan pengamatan terhadap hasil briket yang dihasilkan. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh bahwa mesin mampu menghasilkan briket dengan ukuran yang seragam (30x30 mm) dan kualitas yang baik. Komposisi terbaik diperoleh dari campuran 1 kg tempurung kelapa,350 ml air, dan 100 gram perekat, yang menghasilkan briket berkualitas baik dengan kadar air sebesar 8%, kadar abu 7,7%, dan waktu pengeringan selama 1 jam 56 menit pada suhu 120°C. Hasil ini menunjukkan bahwa mesin dapat menjadi solusi yang tepat untuk membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta mendukung pemanfaatan limbah menjadi energi alternatif.
Tidak tersedia versi lain